Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Farmasi

Ilmu Bertanya

Ada sebuah kata kunci yang menjadi titik awal proses meneliti, yaitu membuat  research question (RQ) : how to make a good research question? how to make a good idea?. Bagaimana membuat pertanyaan riset yang baik, bagaimana menemukan  ide yang baik, atau bagaimana mengembangkan masalah sains yang baik. Aku lupa baca di buku apa, tetapi seingatku di situ bilang membuat research question yang BAIK itu (tidak) lebih sulit dibanding melaksanakan risetnya sendiri.  Dalam bayanganku mencari RQ yang baik itu seolah-olah kita harus menjelajahi wilayah ilmu pengetahuan sampai ke tepi batas wilayah itu sendiri. sampai tahu batasnya dimana, seperti apa, dan sejauh mana wilayah ini dipetakan. Lebih dari itu, menjelajahi lagi apa yang bisa kita capai lagi di luar batas wilayah sains tersebut. Menjelajahi lembaran-lembaran ilmiah, menggali temuan-temuan, dan menuai celah-celah sains yang belum tergarap. Bayangan ini mengiringi diskusi saya beberapa hari terakhir dengan Pa...

Oleh-Oleh Dari Tiga Kota

S tudi lapangan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam mata kuliah Sistematika Tumbuhan di Fakultas Farmasi Universitas Jember. Pembelajaran melalui studi lapangan telah diselenggarakan sejak awal dimulainya mata kuliah tersebut. Melalui studi lapangan, mahasiswa diharapkan akan memiliki pengalaman praktik baik dalam hal teknis maupun memahami rangkaian kerja di lapangan yang terkait dengan mata kuliah, dalam hal ini jelas terkait Sistematika Tumbuhan. Dalam hal teknis, mahasiswa dituntut mengerti kerja sistematika tumbuhan berikut keragaman tumbuhan sebagai sumber bahan obat.

Cara Praktis Mengubah Gaya Harvard ke Gaya Vancouver

Pada tulisan Menambahkan Style di Zotero saya menguraikan bagaimana kita bisa membubuhkan gaya sitasi (style) baru ke dalam zotero. Nah, dengan beragam koleksi style yang ada kita bisa dengan mudah dan cepat mengubah suatu style ke style yang lain. Sewaktu-waktu kita dapat mengubah style sitasi dari karya tulis ilmiah kita tanpa harus bekerja mulai dari nol. Perubahan tersebut cukup kita lakukan di aplikasi word processor kita, tanpa perlu terkoneksi dengan internet atau harus online.

Kampus Australia yang Masuk ADS

M asa pengajuan beasiswa Australian Development Scholarship ( ADS ) untuk tahun 2012 telah berakhir. Beasiswa ADS 2012 yang dibuka 6 Juni 2011 ditutup 26 Agustus 2011. Pada tenggat akhir tersebut seluruh berkas lamaran harus sudah diterima oleh Kantor Australia Awards di Jakarta. Meskipun saya belum memasukkan aplikasi ADS tahun ini, namun seperti saran dari teman bahwa sebaiknya iseng-isenglah mengisi aplikasi form ADS. Dari situ kita akan tahu kemauan dari penyelenggara ADS. Setelah sekilas baca "ADS 2012 intake Application Form" saya temukan daftar universitas-universitas di Australia yang menjadi tujuan belajar ADS. Saya pikir logis juga, sebelum mengajukan aplikasi tersebut kita harus menentukan kampus-kampus mana yang akan menjadi tujuan belajar.

Menambahkan Style di Zotero

A plikasi Zotero memudahkan kita untuk mengganti style -- saya menerjemahkannya sebagai "gaya pustaka" -- dari pustaka yang menjadi rujukan ilmiah kita. Dengan mudah kita bisa merubah sistem author-date (Harvard Style) menjadi sistem nomor (Vancouver Style). Dalam proses pembuatan karya ilmiah (jurnal, buku, dan sebagainya) kita tidak dikhawatirkan mengenai problem ini jika ternyata dituntut untuk merubah style. Meskipun puluhan hingga ratusan halaman atau puluhan pustaka yang harus diganti style-nya, kita cukup dengan mengeklik tombol yang sesuai maka secara otomatis akan dirubah sesuai pilihan style baru. Apalagi secara internasional terdapat beragam style yang kadang merupakan modifikasi dari style tertentu. Keragaman style ini akan menjadi masalah jika kita tidak menggunakan aplikasi seperti zotero. Nah, masalahnya di zotero memang tersedia style yang secara default ada. Namun, bagaimana bila kita diharuskan menggunakan style tertentu yang belum ada di zotero kita. Kita b...

Mudah Membuat Latar Belakang Riset

R iset atau penelitian merupakan bagian dari upaya kita untuk mencari jawaban atas suatu permasalahan. Pencarian jawaban melalui riset ini tentunya dengan cara sistematik atau metode tertentu yang menghasilkan jawaban yang benar. Benar disini juga mengandung arti objektif atau valid. Objektif bermakna benar apa adanya, layaknya hasil potret maka apa yang terpotret memang persis seperti adanya. Jawaban-jawaban yang seperti itulah yang kita harapkan dari suatu riset. Jawaban yang kita perlukan tentunya tidak hanya sekedar jawaban. Kita mengharapkan bahwa jawaban itu memang bisa menjawab permasalahan yang nyata, utamanya masalah terkini. Hal ini berarti sebelum melakukan riset kita harus menjamin bahwa permasalahan yang akan kita pecahkan memang ada (nyata) dan mendesak untuk dicari jawabannya. Jaminan ini biasanya terurai didalam latar belakang proposal riset. Maka muncul masalah bagaimanakah menyusun latar belakang riset yang baik itu. Menurut saya, riset yang baik itu memiliki 3 (t...

Mengapa Suatu Pelarut Dikatakan Polar?

U ntuk mendapatkan suatu senyawa dari suatu bahan tumbuhan, kita dapat menjalankan proses yang dinamakan dengan "ekstraksi berpelarut" ( solvent extraction ) atau bisa disebut "ekstraksi" saja. Pelarut yang akan digunakan untuk ekstraksi harus dipilih yang cocok. Kriteria yang digunakan untuk memilih pelarut ekstraksi antara lain masalah harga, toksisitas, ketersediaan, selektivitas solut, kesulitan untuk rekoveri, sifat fisik (kelarutan dalam air, viskositas, titik didih) dan keamanan penggunaannya (keterbakaran, volatilitas). Keputusan akhir biasanya merupakan jalan tengah di antara kriteria tersebut. Namun, untuk skala laboratorium, kriteria yang menjadi kunci pemilihan pelarut yaitu faktor kelarutan (solubilitas) dan selektivitas (Cannel, 1998:61). Kedua faktor kunci tersebut berhubungan dengan kepolaran molekul pelarut itu sendiri. Kepolaran menunjukkan kekuatan gaya tarik menarik antara molekul. Jika dua zat memiliki gaya-tarik-antara-molekul yang sama ata...

Masa Depan Skripsi

S kripsi bukan merupakan barang asing bagi insan yang pernah mengenyam bangku pendidikan tinggi. Sebagai bagian dari rangkaian aktivitas pembelajaran, skripsi menempati posisi penghujung (pungkasan) yang akan menentukan nasib dari seorang mahasiswa. Pengorbanan untuk membangun skripsi tak hanya tenaga dan pikiran saja, uang serta waktu juga urun di sana. Cukup beruntung jika sebagian mahasiswa mendapat bantuan pendanaan dari proyek penelitian dosennya. Namun, sebagian harus merogoh kocek sendiri (orang tua) alias mandiri. Jikalau memang banyak pengorbanan yang harus dicurahkan dalam membuat skripsi, lantas mengapa hingga saat ini skripsi umumnya bertengger di rak-rak perpustakaan atau arsip laboratorium. Apakah memang harus demikian nasib skripsi?. Skripsi seharusnya bisa ambil bagian dalam penemuan atau pengembangan ilmiah untuk memecahkan problem. Berikutnya, saya akan mengutarakan pemikiran atau ide dengan harapan nasib skripsi akan lebih cerah di masa mendatang. Di dalam buku p...

Kelas-kelas Reagen Kimia

S ewaktu di laboratorium kita jarang lepas dari pelarut organik atau reagen kimia. Coba lihat rak atau lemari laboratorium, pelarut menjadi barang wajib di sini. Bukan laboratorium kalau tidak ada pelarut. Mau tidak mau di setiap praktikum yang berbau farmasi kita akan bersentuhan dengan benda cair ini. Apalagi yang sedang melakukan proyek riset seperti skripsi atau penelitian lain, bercengkerama dengan pelarut organik adalah hal yang lumrah. Namun, ada hal yang sepertinya belum kita ketahui sepenuhnya. Sebagai contoh, di teks skripsi tepatnya di bahan atau metode sering kita jumpai kata "pelarut teknis", "pelarut p.a", dan sebagainya. Istilah ini beredar dari mulut ke mulut, dari skripsi ke skripsi lainnya. Namun, apakah istilah ini memang resmi ada atau standar? sebenarnya apa maksudnya?. Dimanakah anda bisa membaca definisi tentangnya?. Di laboratorium kita tahu ada istilah "pelarut teknis", "pelarut p.a", "pharmaceutical grade", dan...

Sumber Informasi Ilmiah

D i tengah information-driven society sekarang ini, informasi ilmiah sangat berlimpah ruah. Semakin bertambah tahun publikasi ilmiah berlipat jumlahnya. Kehadiran internet semakin meningkatkan keterjangkauannya hingga dapat diakses tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Riset di berbagai belahan dunia dengan cepat bisa diketahui melalui berbagai penyedia jurnal secara online. Di sisi lain, ini juga menyebabkan ledakan informasi yang berkelanjutan. Keadaan seperti ini menyulitkan kita untuk senantiasa mendapatkan informasi yang up to date (terbaru) di berbagai bidang. Alih-alih mengharap demikian kita lebih baik fokus membangun kemampuan untuk melakukan penelusuran informasi ilmiah. Alasannya, tentu kita tidak mampu untuk bisa menjawab semua pertanyaan. Hal yang bisa kita lakukan yaitu mengetahui dimana tempat untuk mencari informasi ilmiah yang bermutu sesuai informasi yang dibutuhkan. Sumber informasi terbaik adalah yang mampu menyediakan informasi yang valid dan relevansinya tinggi, ...

Ekstrak, Ekstraksi, dan Referensinya

S alah satu peran farmasi adalah mengembangkan obat dari bahan alam ( natural product ). Bahan alam ini bisa berasal dari tumbuhan, hewan, dan mineral. Tempatnya pun bisa dari daratan maupun bersumber dari laut yang beken dengan istilah marine drug . Bahan alam ini dicari dan dimanfaatkan untuk beragam tujuan. Secara garis besar ada dua arah yaitu mencari senyawa aktif baru sebagai penuntun ( lead compound ) dan pengembangan obat herbal ( herbal medicine ). Meski marine drug mulai banyak diteliti, bahan alam dari darat (saya kira) masih mendominasi riset-riset pencarian obat. Lebih khusus lagi, riset yang berkembang pada umumnya lebih menggali potensi flora atau herbal. Sejalan dengan itu apa yang saya tulis kali ini banyak terkait dengan herbal atau tumbuhan. Di sisi lain, bahasan pencarian obat berbasis herbal memiliki rantai yang cukup panjang. Tidak cukup ruang untuk menerangkan hal ini dari hulu ke hilir atau dari pangkal hingga ujungnya. Spesifiknya saya hanya menyentuh sisi hul...

Jurus Ampuh Selalu Updated

D i tengah era internet ini kita merasa dituntut untuk selalu memperbarui pengetahuan secara terus menerus. Informasi terus mengalir dan berubah secara cepat, mungkin lebih cepat dari daya tangkap kita sendiri. Informasi kini tak terbatas karena jarak dan waktu. Saat kita terlelap pun informasi terus membanjiri dunia kita meski kita tak merasakannya. Tidak updated bisa berarti merugikan kita. Ketinggalan informasi mungkin saja berakibat hilangnya potensi atau peluang. Ambil contoh lowongan kerja, jika kita tidak terus menerus memantau beritanya maka jangan berharap lowongan kerja itu akan menghampiri kita (kecuali kita sangat istimewa). Di ranah ilmiah, bukan hal yang indah jika kita ternyata mengulang suatu riset yang sudah dilakukan peneliti lain (artinya pemborosan). Hal ini mungkin dapat dihindari jika kita terus updated informasi jurnal ilmiah. Dalam keadaan seperti ini kita harus selalu bersiasat untuk selalu updated alias tak ketinggalan info terbaru. Bagaimanakah cara mudah...

Selebritis Dunia Farmasi

K etenaran sesuatu bisa diamati dari seberapa besar orang mengenalnya. Semakin banyak manusia yang mengetahuinya maka tenarlah atau semakin populer sesuatu tersebut. Istilah lainnya disebut sebagai selebritis. Kata Selebritis tidak hanya berlaku di dunia infotainment saja, di segi apapun atau di tiap sisi dunia mesti punya selebritinya masing-masing. Misalkan saja Einstein adalah juga selebriti di dunia ilmiah atau di keilmuan fisika-kimia terutama. Bapak B.J. Habibie merupakan selebriti ilmuwan penerbangan di Indonesia bahkan di tingkat internasional. Linus Torvald dari kacamata dunia free open source software atau perangkat lunak terbuka juga termasuk selebritis. Apakah gelar selebriti itu hanya berlaku pada kita? kalau disimak dari artinya secara sederhana tentu jawabannya adalah tidak. Persisnya, Saya ingin mengajak anda mengetahui lebih jauh siapa selebriti di dunia farmasi. Bukan manusianya yang saya maksudkan, namun anda wajib tahu tentangnya terutama jika anda adalah orang far...

Seminar: Tantangan Baru dalam Pengembangan Obat Bahan Alam

S eminar bertema "Tantangan Baru dalam Pengembangan Obat Herbal" akan diselenggarakan pada Sabtu, 23 Juli 2011. Acara ini dilaksanakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Pancasila (Jakarta) bekerja sama dengan The Institute for Molecular Modeling and Simulation, University of Natural Resources and Life Sciences , Vienna – Austria. Pemateri yang dihadirkan ada 6 pakar, yaitu Dra. Kustantinah, M.Sc., Apt.; Prof. Dr. Chris Oostenbrink; DR. Maria Reif; Dr. Chaidir; Prof.(ris) Dr. L. Broto Sugeng Kardono, APU, Apt.; dan Prof. Dr. Suprapto Maat, Apt. Seminar ini dilatarbelakangi oleh berbagai problem dalam pengembangan obat herbal. Hal ini diungkap secara eksplisit dalam brosur seminarnya. Dalam rangka pengembangan obat bahan alam, diperlukan berbagai terobosan termasuk dalam menilai aktivitas biologi dari senyawa aktif obat bahan alam. Selama ini pendekatan yang dilakukan belum memanfaatkan secara optimal metode simulasi komputasi biomolekular yang dapat meminimalkan trial & ...

Indikator Asam-Basa dari Bunga

I ndikator digunakan dalam titrasi asam-basa untuk menunjukkan terjadinya netralisasi larutan. Indikator akan memberikan perubahan warna tertentu pada kondisi pH (keasaman) tertentu. Indikator tersebut umumnya berasal dari pewarna organik dan yang dihasilkan secara sintetik. Apakah kita dapat memakai indikator yang berasal dari bahan alam?. Ternyata bunga tumbuhan tertentu bisa dimanfaatkan sebagai indikator untuk titrasi asam-basa. Hasil percobaan mengindikasikan bahwa ekstrak bunga Delonix regia Raf. dan Caesalpina pulcherrima Swartz dapat digunakan sebagai indikator asam-basa terutama pada titrasi asam kuat dengan basa kuat. Indikator alam ini dibanding indikator sintetik dianggap lebih mudah diperoleh, inert, mudah dipreparasi, dan efektif biaya. Indikator alam ini diteliti oleh Sudarshan et al. yang dipublikasikan dalam Pharmacognosy Journal (Phcog J). Ekstrak dibuat secara maserasi menggunakan etanol 90%. Ekstrak tersebut diujicobakan dalam titrasi asam-basa kuat dan titrasi a...

Sekali Klik Langsung Dapat Jurnal Gratis

P encarian jurnal gratis tidak mudah, begitulah ungkapan yang lazim kita keluhkan. Acapkali kita merasa frustasi kala tidak satupun jurnal kita dapatkan. Dari berbagai hasil pencarian kita selalu dihadapkan dengan "subscribe" alias bayar dulu. Kenyataan seperti itu memang terlihat ekstrim. Kita harus pakai triks untuk mengakalinya agar bisa mendapatkan jurnal lebih cepat. Triks yang umum digunakan antara lain menambahkan kata kunci (keyword) semacam "pdf", "free full text", "open access", dan sebagainya. Kata kunci tersebut memang cukup efektif untuk bisa menampilkan jurnal-jurnal gratis di hasil pencarian. Hanya saja hasil pencarian dengan tambahan kata kunci tersebut masih belum menghasilkan jurnal-jurnal yang spesifik (hanya) yang gratis. Baris hasil pencarian tersebut masih bercampur antara yang berbayar dan yang gratis. Problem inilah yang mendorong dibuatnya "Papuma research Engine". Papuma Research Engine atau sebut saja "P...

Kesempatan Beasiswa DAAD 2012/2013

D inas Pertukaran Akademis Jerman (DAAD, Deutscher Akademischer Austausch Dienst) memberikan kesempatan beasiswa program pascasarjana (S2/S3) di universitas-universitas di Jerman. Beasiswa ini ditujukan untuk staf pengajar/dosen, peneliti dan profesional yang memiliki gelar akademik. Pelamar disyaratkan memiliki pengalaman kerja sedikitnya dua tahun pada institusi pemerintah/publik atau lembaga swasta. Batas waktu penerimaan lamaran sampai 28 Juli 2011. Area-area studi yang relevan untuk beasiswa ini meliputi: Ekonomi / Administrasi Bisnis / Ekonomi Politik. Pengembangan Kerja sama ( Development Co-operation ). Teknik dan sejenisnya. Matematika. Perencanaan Wilayah ( Regional Planning ). Pertanian dan Kehutanan. Ilmu Lingkungan. Kesehatan Masyarakat / Kedokteran Veteriner / Kedokteran. Ilmu Sosial, Pendidikan dan Hukum. Persyaratan pelamar antara lain: Batas usia maksimal 36 tahun (saat melamar), untuk program tertentu maksimal 32 tahun. Pada program tertentu, pelamar bergelar sarjana ...

Fungsi IF untuk Menilai Hasil Ujian

B isa dibayangkan betapa repotnya jika kita harus mengubah satu demi satu nilai angka hasil ujian menjadi A, B, C, D, dan E. Apalagi tiap huruf memiliki skala nilai yang berbeda. Problem ini selalu dihadapi oleh kalangan pendidik terutama dosen. Seorang dosen tak pelak bakal kelelahan jika ternyata jumlah mahasiswanya dalam satu kelas lebih dari 40 orang. Malah banyak yang jumlah mahasiswanya lebih dari 100. Aduhai, kalau seperti itu berarti ada minimal 100 nilai yang harus diubah one by one . Tentu ini tidak efektif untuk kinerja dosen. Kenapa tidak cari jalan yang lebih mudah daripada 'manual' seperti itu. Nah, untuk mengatasinya gunakan saja fungsi IF. Fungsi IF ini memudahkan kita untuk mengubah suatu nilai (angka) menjadi huruf (A, B, C, D, dan E). Dimana huruf-huruf tersebut memiliki skala nilai tertentu. Sebagai contoh A (80-100), B (70-79,9), dan seterusnya. Skala nilai tersebut umumnya ditemui jika kita memakai sistem penilaian berdasarkan PAP (Penilaian Acuan Patokan)...

Cari Jurnal Gratis dan Lengkap

I nformasi saat ini begitu melimpah dan begitu mudahnya disebarluaskan ke masyarakat termasuk diri kita ini. Tidak semua informasi bisa kita manfaatkan begitu saja. Informasi yang ilmiahlah yang dapat kita ambil dan dijadikan referensi. Bicara tentang referensi maka tidak lepas dari sesuatu yang bernama jurnal. Hal ini sudah jamak menjadi makanan sehari-hari bagi warga kampus atau yang sering disebut civitas akademika. Tentunya jurnal yang dimaksud bukan sembarang jurnal, melainkan jurnal ilmiah yang ditulis berdasarkan penelitian. Berbagai peneliti di berbagai belahan dunia ini telah melakukan bermacam-macam penelitian yang terpublikasikan menjadi jurnal. Jurnal-jurnal tersebut disebarluaskan melalui bermacam-macam jurnal (bidang ilmu) atau majalah ilmiah. Nah, masalahnya adalah bagaimana kita mendapatkannya?. Repotnya, untuk kita dari kalangan bawah tidak memiliki cukup akses (terutama dana) untuk mendapatkan jurnal yang kita inginkan. Hal ini disebabkan jurnal-jurnal yang kita cari ...

Pharmacy... GOES TO PIMNAS 2011

I ngin hadir di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2011? Kesempatan Terbuka Lebar!. Fakta berbicara! Kita (mahasiswa farmasi unej) pernah bertarung di PIMNAS 2006 Malang, 2007 Lampung, dan 2008 Semarang. Kamu juga BISA! Tidak ada halangan kecuali kamu 'takut mencoba'. Caranya mudah, ikuti program kreativitas mahasiswa (PKM) 2010. Nah, Mahasiswa Farmasi yang berminat mengikuti PKM 2010 bisa segera bergerak. Dunia farmasi bahan alam/herbal memiliki ragam kekayaan topik yang bisa kamu eksplorasi. Mulai eksplorasi bioaktivitas tanaman obat hingga kamu juga bisa membuat sediaan obat tradisional, nutraceutical, atau kosmetika. Tak hanya meneliti (PKM Penelitian), kamu juga bisa kreatif mengeksplorasi bahan alam melalui PKM Gagasan Tertulis, PKM Artikel Ilmiah, PKM Kewirausahaan, dan PKM Pengabdian Masyarakat. Darimana saya bisa memulai? Kami dari Bagian Biologi Farmasi membuka kesempatan bagi mahasiswa (tim) untuk berpartisipasi dalam PKM 2010. Sebagai penuntun awal, anda bisa ...